Desa Tonda: Pemerintah Desa menyelenggarakan kegiatan Bimbingan dan Pelatihan bagi Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta Operator Sistem Informasi Posyandu sebagai bagian dari rangkaian penyuluhan tentang stunting dan penguatan peran aktif kader dalam advokasi serta pendampingan masyarakat, pada Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di desa, sekaligus memperkuat sinergi antara kader dan pemerintah desa dalam penyediaan pelayanan kesehatan dasar.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Camat Madapangga, H. Syahrul, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, Camat Madapangga menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak pelayanan sosial dan kesehatan di tingkat desa, khususnya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Selanjutnya, peserta menerima arahan dari Ihwan Budiman, M.AP , selaku Kepala Bidang Sosial Budaya (Kabid Sosbud) Dinas PMDes, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kapasitas kelembagaan posyandu agar mampu menjawab tantangan pembangunan desa ke depan.
Penyampaian materi inti disampaikan oleh Rahmawaty Sa’datul Ummy, S.T., M.M.Inov, atau yang karib disapa mimy dari Dinas PMDes Kabupaten Bima. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Transformasi LKD Posyandu Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu”, mimy menjelaskan bahwa posyandu saat ini mengalami transformasi penting dalam sistem pembangunan desa.
Ia menegaskan bahwa posyandu yang sebelumnya diposisikan sebagai objek pembangunan sektoral, kini telah bertransformasi menjadi subjek pembangunan di desa. Posyandu secara kelembagaan telah ditetapkan sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.
“Dengan kedudukan sebagai LKD, kader posyandu diharapkan mampu memainkan peran yang lebih aktif dan strategis dalam membantu serta bermitra dengan pemerintah desa, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader posyandu, KPM, dan operator sistem informasi posyandu semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.