Tonda-Madapangga, Bima – Dalam suasana penuh keceriaan dan semangat gotong royong, Kecamatan Madapangga memperingati Hari Posyandu Nasional tahun 2026 dengan mengusung tema besar "Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)". Puncak acara digelar pada hari Rabu tanggal 29 April 2026 yang dipusatkan di Posyandu Anggrek, Desa Tonda. Bukan tanpa alasan, Posyandu Anggrek dipilih karena menjadi satu-satunya posyandu di wilayah tersebut yang telah berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebuah langkah maju yang memadukan tumbuh kembang balita dengan stimulasi pendidikan sejak dini.
Keistimewaan Desa Tonda tak berhenti di situ. Desa yang asri ini ternyata menyimpan segudang prestasi. Baru-baru ini, Desa Tonda berhasil menyabet Juara 3 dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2023. Tak heran, semangat para kader dan warganya pun membara. Ibu-ibu kader Posyandu Anggrek tampak kompak dan penuh energi, melayani puluhan ibu hamil, balita, hingga para lansia dengan senyum ramah dan prosedur yang cepat, tepat, serta humanis.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Mulai dari unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Kepala UPT Puskesmas Madapangga, Bapak H. Syafarudin, S.Tr.Kep., serta Kepala DP3 AP KB Kecamatan Madapangga. Tak ketinggalan, Kepala Desa Tonda yang energik, Bapak Arif Fahmi, SP., bersama dengan Babinsa Desa Tonda, Sertu Fatahullah, dan Bhabinkamtibmas, Bripka Muklis, turut membaur dengan warga.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya Ketua PKK Kecamatan Madapangga, seluruh Ketua PKK Desa se-Kecamatan Madapangga, serta perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga para lansia berbondong-bondong datang memeriksakan kesehatannya.
Dalam sambutannya, Kepala UPT PUSKESMAS Madapangga mengapresiasi terobosan Posyandu Anggrek yang telah mengintegrasikan layanan dengan PAUD. “Ini adalah contoh nyata transformasi posyandu. Bukan hanya soal menimbang berat badan, tapi bagaimana kita memberikan standar pelayanan minimal yang menyeluruh, termasuk deteksi dini, imunisasi, gizi, serta pendidikan karakter sejak usia dini. Desa Tonda layak menjadi percontohan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah para kader.
Sementara itu, Kades Tonda, Arif Fahmi, mengungkapkan rasa bangganya. "Prestasi Juara 3 Lomba Desa Se-NTB tahun lalu menjadi penyemangat kami. Hari ini, kami buktikan bahwa desa kecil seperti Tonda bisa berinovasi. Dengan semangat kebersamaan dari kader, aparat, dan seluruh warga, Posyandu Anggrek akan terus kami kembangkan sebagai pusat layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat," tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan pelayanan kesehatan serentak yang meliputi penimbangan balita, pemberian vitamin A, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan bagi lansia. Kebahagiaan terpancar dari wajah para kader yang merasa dihargai, dan warga yang merasa nyaman dengan pelayanan kesehatan yang kini lebih modern, terintegrasi, dan menyenangkan.
"Transformasi bukan hanya mimpi, di Desa Tonda, ia sedang berjalan." – tutup salah satu kader Posyandu Anggrek dengan penuh keyakinan