Tonda, 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan di Desa Tonda tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai kegiatan. Ada makna lain yang juga penting untuk diperjuangkan, yaitu kemerdekaan dari stunting dan gizi buruk. Semangat itu terus diwujudkan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang hari ini memasuki hari ke-20.
Pembagian PMT dilaksanakan pada Senin (17/8/2026) mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai. Para kader Posyandu kembali bergerak membagikan makanan tambahan kepada sasaran dari rumah ke rumah. Kegiatan ini menyasar balita stunting dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang menjadi perhatian dalam upaya peningkatan gizi di Desa Tonda.
PMT diberikan sebagai salah satu bentuk perhatian Pemerintah Desa Tonda terhadap kebutuhan gizi masyarakat. Melalui pemberian makanan tambahan secara rutin, diharapkan kebutuhan nutrisi para sasaran dapat terbantu sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.
Jika kemerdekaan dulu diperjuangkan agar masyarakat terbebas dari penjajahan, maka hari ini perjuangan juga terus berlanjut dalam bentuk yang berbeda. Merdeka berarti anak-anak bisa tumbuh sehat, bebas dari stunting, dan terbebas dari masalah gizi buruk. Karena itu, menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi menjadi bagian penting dari memaknai kemerdekaan.
Memasuki hari ke-20, PMT bukan sekadar soal membagikan makanan. Di balik setiap paket yang sampai ke rumah sasaran, ada kepedulian dan harapan agar anak-anak Desa Tonda dapat tumbuh lebih sehat dan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Tonda bersama kader Posyandu dan masyarakat terus bergerak untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas—karena kemerdekaan yang sesungguhnya juga berarti merdeka dari stunting dan gizi buruk.